ADVERTISMENT

img
Ide

Cara Budidaya Ternak Lele: Panduan Lengkap Untuk Pembesaran Lele

Cara Budidaya Ternak Lele: Panduan Lengkap Untuk Pembesaran Lele
Artikel ditulis olehApril Liliana

Cara Ternak Lele - Ayo coba tebak, lele lele apa yang bisa terbang...? Jawabannya.... lelelawar.

ternak lele

Baiklah, kita akan langsung membahas tentang cara budidaya ternak lele secara lengkap ya sahabat anekaukm.

Sebenarnya proses ternak lele itu dipisah menjadi dua fase, fase pembenihan dengan tujuan menghasilkan bayi-bayi lele dan fase pembesaran yaitu proses membesarkan benih lele menjadi lele siap konsumsi. Nah kita akan membahas ternak lele pada tiap fasenya.

Lele

Di Indonesia dikenal dengan nama Lele, sedangkan di Afrika dikenal dengan Mali, Plamond (Thailand), Gura Magura (Srilangka), Mudfish (Inggris).

Lele adalah ikan yang berhabitat di air tawar. Lele dikenal dengan tubuh yang licin tak bersisik dan memiliki kumis.

Karakter Lele

  • Hidup di air tawar
  • Lele dewasa sanggup hidup dalam kepadatan tinggi
  • Memiliki tingkat konversi pakan
  • Perawatan lele relatif mudah/ tidak rewel
  • Masa tunggu panen lele yang singkat
  • Lele mampu hidup bahkan di air tercemar (disarankan untuk di pindahkan ke air mengalir yang bersih selama beberapa hari jika ingin dikomsumsi)
  • Lele aktif di malam hari
  • Cenderung pasif di siang hari dengan berlindung di tempat-tempat teduh atau gelap

Manfaat Lele

  • Sebagai bahan konsumsi, lele memiliki vitamin D tinggi, asam lemak omega-6 tinggi, asam lemak omega-3 yang rendah
  • Mengembalikan kualitas air yang sedang tercemar, lele seringkali diletakkan di air tercemar agar dapat menghilangkan kotoran-kotoran
  • Sering kali lele di letakkan di sawah untuk membantu menghilangkan hama
  • Lele juga bisa digunakan untuk membunuh jentik-jentik nyamuk dengan diletakkan ke dalam got

Media Ternak Lele

  • Galian Tanah Konvensional
  • Bak/ kolam semen
  • Terpal 

Budi daya ternak lele umumnya dilakukan di galian tanah konvensional. Tetapi ada kendala yang terjadi, yaitu apabila datang musim hujan dan banjir, air kolam meluap dan menyebabkan ikan lele terpencar dan lenyap. Dampaknya petani akan merugi.

Maka, solusi media yang aman dan modal yang relatif murah adalah dengan menggunakan terpal.

Terpal bisa diaplikasikan langsung di atas tanah. Dengan menggunakan terpal, bisa menjadi solusi untuk tetap melakukan usaha budidaya lele walaupun lahan sempit, tanah berpasir atau medan tanah propos.

Kolam terpal bisa dibuat dengan posisi berada di atas tanah dengan ditambahkan kayu sebagai dinding lalu dilapisi dengan terpal untuk menjaga lele agar tidak terbawa ketika banjir melanda.

Keunggulan Kolam Terpal:

  • Paraktis dan mudah
  • Hemat Biaya
  • Aman dari banjir
  • Menghindari kontaminasi dengan tanah yang kualitasnya buruk
  • kontrol kualitas  dan kuantitas air lebih mudah
  • Mudah melakukan pengeringan
  • Mudah melakukan pembersihan kolam
  • Mudah dalam pemanenan
  • Bisa dipindahkan

Fase Budidaya Lele

1. Ternak Pembibitan Lele

Jika Anda memutuskan untuk melakukan ternak atau budidaya lele dalam fase pembibitan saja, usaha ini sangat minim biaya, dan tentu lebih cepat untuk menerima hasil. Sebab setelah telur menetas, tak perlu waktu lama Anda akan bisa menjualnya ke para peternak lele.

Ukuran bibit lele dengan ukuran 2-3 cm di dapat setelah berusia sebulan. Sedangkan untuk siap jual, ukuran terbaik adalah 5-7 cm dengan usia mencapai 2 bulan.

Demi menunjang perkembangan, bibit lele memerlukan kepadatan yang berbeda dari lele dewasa. Sebaiknya tempatkan pada kolam yang lebih luas dengan isisan yang tidak terlalu padat. Jika memiliki lahan kolam yang sempit, masukan bibit lele cukup dengan jumlah kecil saja.

Pemberian pakan bibit lele bisa disuplai dengan memberi pelet setiap harinya.

2. Ternak Lele Konsumsi

cara ternak lele

Budidaya ternak lele konsumsi memiliki kelebihan dari sisi ketahanan penyakit jika dibandingkan dengan ternak bibit lele. Hal ini depengaruhi dengan usia lele yang telah cukup besar ketimbang bibit lele. Sehingga budidaya ternak lele konsumsi memiliki resiko kematian lebih rendah.

Adapun di bawah ini tipsnya untuk beternak lele.

Tips Berternak Lele:

  • Lele cocok dengan suhu 20-28 derajat C
  • Lele menyukai perairan yang tenang meskipun keruh dan minim oksigen. Ganti air saat tercium bau dan lele terlihat mulai mengambang
  • Air kolam untuk ternak lele sebaiknya bukan bersumber dari air bekas limbah industri (tercemar bahan kimia/anorganik)
  • Menyukai kolam dengan sirkulasi cahaya dan udara yang baik, jika ingin menjaga suhu air dengan menutupnya, pastikan tetap memberinya sirkulasi cahaya dan udara yang baik.
  • Gunakan bibit dengan ukuran 5-7 cm agar cepat panen dalam waktu 3-4 bulan
  • Beri makanan dengan seoptimal mungkin agar hasilnya maksimal

Langkah-langkah Budidaya Ternak Lele Konsumsi

  • Pemilihan bibit:
    • Pilih bibit lele berkualitas dengan daya tahan dan kondisi fisik yang bagus
    • Pilih penjual bibit lele recomended yang sudah memiliki banyak pelanggan
    • Pilih bibit lele sangkuriang, sebab cepat besar dan ukuran tubuh yang lebih berisi sehingga memiliki harga bagus untuk dijual
    • pastikan benih lele yang siap di tebar terlihat sehat, lincah, gesit, tidak ada luka dan cacat di tubuh
    • cari bibit yang usianya sudah 3 bulan dengan ukuran 5-7 cm, sebab relatif kuat bertahan hidup
    • Jangan langsung membuka wadah pembungkus bibit lele, tetapi langsung rendam ke dalam kolam minimal 1 jam agar bibit lele dapat menyesuaikan dengan suhu air kolam tanpa membuka bungkusnya.
    • Penebaran bibit harus dilakukan bertahap
    • Jika telah siap, bibit lele siap disebar, takaran 200-400 ekor per 1 meter persegi, dengan kedalaman kolam 1-1,5 meter
  • Pemeliharaan dan Perawatan
    • Selalu siapkan air terlebih dahulu di dalam kolam sebelum dimasuki bibit lele
    • taburi air kolam dengan pupuk kompos dari kotoran sapi secukupnya
    • Biarkan selama 3 hari agar tercipta plankton pada air kolam
    • Air kolam yang kaya plankton sangat baik untuk lele
    • Pemberian makan lele dengan pelet sebanyak 2 kali sehari
    • variasikan juga makanan lele dengan jenis makanan alami, seperti bekicot, kerang, keong emas, rayap, usus ayam, perutan ikan, dll. 
    • Ganti air kolam jika sudah mulai berbau 1-2 minggu sekali, caranya buang hanya sekitar 10-30% air di kolam, lalu isi kembali dengan jumlah yang sama seperti yang dibuang
    • Setelah lele mencapai usia 1 bulan di kolam, lakukan pemisahan berdasarkan ukurannya, hal ini bertujuan agar lele yang berbadan kecil tidak kalah bersaing dengan lele besar dalam mendapatkan makanan 
  • Pakan Ikan Lele

ternak budidaya lele

Pakan merupakan komponen penting dengan biaya terbesar dalam budidaya ikan lele. Pakan ikan lele yang baik adalah yang menawarkan FCR (Food Convertion Ratio) lebih kecil dari satu. FCR adalah rasio jumlah pakan berbanding pertumbuhan daging. Jika semakin kecil nilai FCR-nya, maka semakin baik kualitas pakan tersebut.

Untuk mencapai hasil yang maksimal namun minim biaya, lakukan pemberian pakan dengan diimbangi pakan tambahan. Alternatif lainnya untuk menekan biaya pakan adalah dengan membuat sendiri pakan lele alternatif.

Menyiasati saat harga pakan utama mahal, adalah dengan mengurangi porsi pakan utama, dan ditambahkan dengan pakan alternatif.

Pemberian pakan utama sebaiknya diberikan pada waktu sore atau malam hari ketika lele sedang aktif.

Porsi dan frekuensi pemberian pakan lele sekitar 4-5 kali dalam sehari, dengan perkiraan 1 ekor lele memerlukan makanan sebesar 3-6% bobot tubuhnya. Pakan utama biasanya berupa pelet ikan yang mengandung 30% protein hewani, karbohidrat 20%, lemak 15%, dan vitamin.

Sebagai peternak ikan lele, kita harus jeli dalam memilih pakan lele saat ingin membelinya. Pertimbangkan kandungan standar yang diperlukan untuk nutrisi lele.

Jika ingin memberikan pakan tambahan berupa keong atau bangkai ayam, sebaiknya lakukan perebusan terlebih dahulu, dinginkan lalu cincang sampai halus sebelum diberikan kepada lele. 

Bisa juga membuat pakan alternatif dari belatung. Buat belatung dari campuran ampas tahu.

Ini hal penting yang perlu diperhatikan, jangan pernah telat atau kurang dalam memberikan pakan kepada lele, sebab akan membuat lele melakukan kanibalisme. Hal ini tentu dilakukan oleh lele bertubuh besar terhadap lele kecil, dan akhirnya akan membuat bisnis lele kita menjadi merugi.

Jika lele sudah terlihat malas untuk makan, sebaiknya hentikan pemberian pakan (berikan pakan secukupnya saja).

  •  Pengelolaan Air

cara ternak lele anekaukm.com

Hal penting lain dalam ternak ikan lele adalah pengelolaan air kolam. Untuk mendapatkan hasil maksimal, kualitas dan kuantitas air harus tetap terjaga.

Awasi kualitas air dari endapan sisa pakan yang tidak habis di dasar kolam. Endapan yang menumpuk akan menimbulkan gas amonia atau hidrogen sulfida yang dicirikan dengan adanya bau busuk.

Jika bau busuk muncul, buang sepertiga air bagian bawah. Kemudian isi lagi dengan air baru. Frekuensi pembuangan air sangat bergantung pada kebiasaan pemberian pakan. Apabila dalam pemberian pakan banyak menimbulkan sisa, pergantian air akan lebih sering untuk dilakukan.

  • Pengendalian Penyakit dan Hama

Hama yang umumnya menyerang ikan lele antara lain hama predator seperti linsang, ular, sero, musang air dan burung.

Sedangkan hama yang menjadi pesaing antara lain ikan mujair. Untuk mencegahnya yaitu dengan memasang saringan pada jalan masuk dan keluar air atau memasang pagar di sekeliling kolam.

Untuk mencegah timbulnya penyakit infeksi pada lele adalah dengan menjaga kualitas air, mengontrol kelebihan pakan, menjaga kebersihan kolam, dan mempertahankan suhu kolam pada kisaran 28 derajat C.

Selain penyakit infeksi, ikan lele juga bisa terserang penyakit non-infeksi seperti kuning, kekurangan vitamin dan lain-lain. Untuk mengetahui lebih jauh tentang pengendalianpenyakit silahkan baca pengendalian hama dan penyakit ikan lele.

Penyakit pada ternak ikan lele bisa disebabkan oleh protozoa, bakteri dan virus. Ketiga mikroorganisme ini menyebabkan berbagai penyakit yang mematikan. Beberapa diantaranya adalah bintik putih, kembung perut dan luka di kepala dan ekor.

  • Panen Lele

Ikan lele dapat dipanen setelah mencapai tiap 1 kg berisi 9-12 ekor lele. Ukuran sebesar itu bisa dicapai dalam waktu 2,5-3,5 bulan dari benih berukuran 5-7cm. Berbeda dengan konsumsi domestik, ikan lele untuk tujuan ekspor biasanya mencapai ukuran 500 gram per ekor.

Satu hari (24 jam) sebelum proses panen, sebaiknya ikan lele tidak diberi pakan agar tidak buang kotoran saat diangkut.

Pada saat ikan lele dipanen, lakukan sortasi untuk memisahkan lele berdasarkan ukurannya.

Pemisahan ukuran agar memunculkan variasi pada harga. Ikan lele yang sudah disortasi berdasarkan ukuran akan meningkatkan pendapatan bagi peternak.

Demikian tentang cara budidaya ternak lele, semoga dapat memberi manfaat kepada sahabat anekaukm yang ingin memulai usaha budidaya ternak lele. 

sumber: https: https://bppisukamandi.kkp.go.id/, //www.academia.edu/,

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan juragan lainnya.

Artikel Terkait

ADVERTISMENT

img

AnekaUKM - One-stop Solution for SMEs

Copyright © 2024 AnekaUKM. All rights reserved.