ADVERTISMENT

img
Info

Tata Cara Penanaman (Dari Pembibitan Hingga Siap Tanam) Kelapa Dengan Benar

Tata Cara Penanaman (Dari Pembibitan Hingga Siap Tanam) Kelapa Dengan Benar
Artikel ditulis olehWisnu Saputro

Kelapa adalah tanaman tahunan yang mulai berproduksi 3-5 tahun. Supaya petani tidak kecewa dalam penantian yang cukup lama tersebut, penampilan dan produksi kelapa jauh dari harapan, maka kami sarankan untuk mengikuti langkah-langkah dalam artikel ini.

Penanaman atau pemindahan (transplanting) kelapa di kebun harus meliwati tahapan-tahapan antara lain:

  1. Pendederan benih kelapa (pre-nursery)
  2. Pembibitan (main nursery)
  3. Penyiapan lahan
  4. Pengajiran
  5. Penanaman

Penanaman kelapa merupakan suatu rangkaian proses yang satu sama lain saling terkait dan akan mempengaruhi proses lainnya jika pelaksanaannya tidak tepat. Penanaman di kebun adalah kegiatan awal yang sangat menentukan keberhasilan pekebun kelapa.

Pesemaian (pre-nursery) adalah kegiatan awal proses penanaman atau budidaya kelapa yang sangat penting. Oleh karena itu, penentuan lokasi, penyiapan lahan dan syarat-syarat agronomis dan teknis haurs dipenuhi. Beberapa tahapan kegiatan sebagai berikut:

Tanah datar dan tidak tergenang. Syarat ini ditujukan untuk mempermudah kegiatan pembuatan bedengan, pemeliharaan, dan pemindahan benih. Genangan air di tempat ini jangan terjadi pada saat hujan.

Dekat sumber air. Benih perlu air yang cukup, sehingga sumber air harus tersedia, dekat sungai atau dekat saluran irigasi atau dibuat sumur. Kualitas air usahakan yang baik atau tidak tercemar.

Akses transportasi mudah terjangkau. Syarat ini sangat penting dipertimbangkan. Lokasi yang dekat akses jalan atau dibuatkan jalan mempermudah pengangkutan dan menghindari kerusakan benih/bibit. Apabila sarana ini tidak tersedia dapat mengurangi kualitas benih serta membutuhkan biaya tinggi.

Lokasi pesemaian dibersihkan dari rumput, sisa akar dan lain-lain. Tanah diolah dengan kedalaman 30 cm – 40 cm.

Pengolahan tanah dapat dilakukan secara manual dengan cangkul, bajak yang ditarik ternak (sapi atau kerbau), atau bajak yang ditarik traktor. Langkah-langkah selanjut-nya adalah:

  • Tanah dicangkul/dibajak dan disisir.
    Pembersihan lahan pesemaian kelapa
  • Pembuatan pesemaian. Lebar bedengan 1,5-2,0 m, panjang disesuaikan dengan keadaan setempat, dan tinggi 25 cm. Jarak antar bedeng 30-40 cm yang berfungsi sebagai parit pembuangan air.
    Pembuatan bedeng pesemaian

  • Pengamanan. Pesemaian sebaiknya dipagar untuk menghindari kerusakan akibat gangguan hewan. Benih hasil seleksi dimasukkan ke dalam karung dan diletakkan pada tempat yang ternaungi. Karung diletakkan menumpuk satu sama lain. Benih disiram tiga kali sehari sebelum dideder. 

Benih dipisah dan dihitung berdasarkan kriteria: 

  • Benih normal, yaitu apabila buahnya digoyang terdengar bunyi air. 
  • Benih abnormal, yaitu benih dengan ukuran yang sangat menyimpang atau apabila digoyang tidak terdengar bunyi air. 
  • Benih yang telah berkecambah normal dan sehat. 
  • Benih yang telah berkecambah tetapi abnormal, kerdil, dan mati.

Kebutuhan benih tergantung pada luas lahan yang akan ditanami serta sistem dan jarak tanam yang akan digunakan.

Selanjutnya adalah penyayatan benih yang dilakukan dengan cara:

  1. Dipilih sisi buah kelapa yang terlebar, kemudian penyayatan dilakukan pada bagian yang berlawanan arah dengan bagian tersebut dengan panjang sayatan 10 cm, lebar sayatan 7 cm dan tebal sayatan 1 cm. Bagian yang disayat ini adalah tempat keluarnya kecambah. 
  2. Teknik penyayatan dapat dilakukan dengan cara menarik ke atas sabut yang disayat. 
  3. Kapasitas penyayatan benih kelapa per orang per hari adalah 3.500 - 4.500 benih. 

Penyayatan benih kelapa

Setelah dilakukan penyayatan dilanjutkan ke pendederan benih seperti berikut:

  • Benih kelapa yang telah disayat diletakkan (dideder) pada bedeng pesemaian hingga 2/3 bagian benih terbenam dalam tanah. Posisi benih agak miring dengan bagian yang disayat di bagian atas. 
  • Benih disusun secara zig zag, bagian yang disayat pada posisi satu arah. Bagian yang disayat diarahkan ke sebelah Timur. 
  • Untuk mendapatkan posisi bagian yang disayat sejajar dengan permukaan tanah (horizontal), maka pengaturan benih pada bedengan menyudut kurang lebih 450. 
  • Satu orang tenaga kerja dapat melakukan pendederan sebanyak 2.500 - 3.000 butir/hari. 

Pendederan benih

Setelah di lakukan persemaian, kita perlu lakukan pemeliharaan, langkah-langkah pemeliharaan terdiri atas:

1. Penyiraman

Penyiraman dilakukan pada musim kemarau. 

Cara mengetahui cukupnya penyiraman setelah 2 jam penyiraman, adalah apabila bagian sayatan ditekan dengan ibu jari akan mengeluarkan air. Penyiraman dilakukan sekali dalam 2-3 hari. Kebutuhan air untuk penyiraman pesemaian sebanyak 3-6 ltr/m2/ hari. 

2. Penyiangan dan pengendalian hama/penyakit 

Penyiangan dilakukan dengan melihat keadaan gulma. Penyiangan dilakukan secara manual (pencabutan) atau menggunakan herbisida sistemik yang ramah lingkungan. Hama dan penyakit yang ada di lokasi dapat dikendalikan secara mekanis dan (sebaiknya) gunakan biopestisida. 

Setelah itu kita lakukan seleksi kecambah sebelum dipindah ke polibag atau bedeng pembibitan (main nursery). Seleksi kecambah berdasarkan kriteria panjang tunas, yaitu sekitar 3-5 cm dan kecambah yang terseleksi diberi tanda dengan cat. Seleksi kecambah dilakukan setiap minggu hingga 3-4 bulan benih disemai. Kecambah yang jelek dibuang atau dipisahkan.

Benih-benih yang berkecambah setelah batas waktu tersebut tidak memenuhi syarat untuk dijadikan bibit. Benih yang tidak ber-kecambah setelah 4 bulan atau kecambahnya abnormal dikumpulkan dan dibakar atau dibenamkan untuk mencegah tejadinya sumber penularan hama dan penyakit.

Selanjutnya kita lanjutkan ke proses pembibitan, pembibitan sendiri adalah tempat pertumbuhan kecambah yang terseleksi dari bedeng pesemaian (pre-nursery). Pembibitan dapat menggunakan polibag atau langsung pada bedeng pembibitan (main nursery).

Apabila menggunakan bedeng pembibitan, kecambah yang terseleksi pada bulan 1, 2, 3 dan 4 ditanam pada bedeng pembibitan yang terpisah. Pembibitan dengan cara ini mencakup beberapa kegiatan, yaitu persiapan polibag, pengisian tanah ke dalam polibag dan pemindahan kecambah ke dalam polibag. 

Polibag yang digunakan adalah polyethylene berwarna hitam dengan ukuran panjang 40 cm, tinggi 50 cm dan tebal 0,18 mm – 0,20 mm (16-17 lembar polibag/kg). 

Pada bagian bawah polibag dibuat lobang berdiameter 5 mm secara teratur menggunakan alat pembuat lobang yang disebut drift. Dibuat tiga baris lobang dengan jarak antar baris 7 cm dan jarak antar lobang dalam baris 5 cm (saat ini, polibag yang dijual dipasaran sudah dibuat lobangnya). Polibag yang dijual saat ini sudah diberi lubang. 

Tanah yang akan dimasukkan ke dalam polibag adalah tanah yang subur atau tanah bagian atas yang telah dipisahkan dari bahan kasar termasuk gumpalan tanah dan akar-akar gulma. 

Polibag diisi tanah hingga hampir penuh, dan polibag tersebut diletakkan pada lokasi yang strategis dan usahakan dekat areal penanaman. 

Kecambah yang terseleksi (yang telah diberi tanda dengan cat) dipin- dah ke polibag dari bedeng pesemaian dengan cara menggunakan besi pengungkit pada salah satu sisi benih berkecambah tersebut. Akar utama dipotong hingga tersisa akar utama dengan panjang 5 cm dari sabut.

Kecambah diletakkan dalam polibag dengan posisi tegak dengan tunas dibagian tengah. Sebagian tanah yang dikeluarkan, dikem- balikan lagi ke dalam polibag hingga benih hampir tertutup dan tanah dipadatkan.

Persyaratan lokasi pembibitan hampir sama dengan lokasi pesemaian, yaitu lokasi datar, dekat sumber air, dekat lokasi pesemaian, mudah dijangkau dan diawasi. Tahapan-tahapan kegiatannya adalah sebagai berikut: 

  1. Tanah di pembibitan diolah secara manual menggunakan ternak, atau traktor dengan kedalaman pengolahan 30-40 cm.
  2. Buat bedengan sebagaimana dijelaskan pada pembuatan bedeng pesemaian.
  3. Antar bedengan dibuat parit drainase (pembuangan air yang berlebihan) selebar 60 cm untuk tanah ringan dan 80 cm untuk tanah berat. Parit ini berfungsi juga sebagai jalan kontrol.
  4. Kecambah yang terseleksi ditanam pada bedeng pembibitan dengan jarak tanam 60 cm x 60 cm x 60 cm (jarak tanam segitiga).
  5. Kecambah ditanam sedemikian rupa sehingga tunas berada ± 2 cm di atas permukaan tanah. Tunas mengarah ke sebelah Timur.

Bibit kelapa baik dalam polibag maupun pada bedeng pem-bibitan perlu disiram, terutama pada musim kemarau. 

Gulma yang tumbuh di pembibitan disiang setiap bulan. Gulma dalam polibag (dalam jumlah terbatas) dicabut dengan tangan. Tindakan pemeliharaan pembibitan praktis sama dengan di pendederan. Prinsipnya adalah cara mempersiapkan bibit dengan baik. Benih dan bibit yang baik adalah awal keberhasilan penanaman dan pengembangan tanaman kelapa.

Bibit kelapa dipupuk dengan Urea sebagai sumber N, SP-36 sebagai sumber P, KCl sebagai sumber K dan Kiserit atau Dolomit sebagai sumber Mg. Takaran masing-masing pupuk berdasarkan umur bibit, rincian takaran pupuk tertera pada tabel dibawah ini:

Jenis dan takaran pupuk untuk bibit kelapa

Pemupukan dilakukan oleh satu tim kerja (jika dalam bentuk kelompok tani) yang terdiri atas 4 orang, tim ini dapat melakukan pemupukan sebanyak 2.000 bibit. Pemupukan dapat juga dilakukan perorangan tergantung jumlah atau luasan pembibitan. Prinsip pemberian pupuk pada bibit adalah menjaga keseimbangan hara.

Selanjutnya ke penyiapan lahan. Penyiapan lahan dapat dilakukan bersamaan dengan penyiapan bibit kelapa. Tahapan penyiapan lahan tergantung pada kondisi topografi dan vegetasi. Biaya penyiapan lahan sangat tergantung pada kedua kondisi tersebut di atas. Berdasarkan pada vegetasi maka kegiatan penyiapan lahan adalah sebagai berikut: 

a. Pembukaan hutan sekunder

  • Babat semak serendah mungkin.
  • Penebangan pohon menggunakan parang besar atau kapak (tebang pohon Tahap I). 
  • Penebangan pohon dengan alat kapak atau chainsaw (Tahap II) 
  • Kayu-kayu besar dapat dimanfaatkan untuk bangunan rumah atau pondok dan lain-lain. 
  • Sisa-sisa daun dan ranting sebaiknya dibiarkan melapuk. 
  • Kayu-kayu yang tidak digunakan dapat dikumpul pada tunggul-tunggul kayu besar lalu dilakukan pembakaran secara bertahap atau terkendali.

b. Pembukaan lahan bersemak 

  • Semak atau belukar dapat langsung dibabat serendah mungkin atau hingga permukaan tanah.
  • Hasil pembabatan, dikumpul dan dibiarkan melapuk.

c. Pembukaan lahan alang-alang

  • Pemberantasan alang-alang dengan cara kimiawi menggunakan herbisida. Penggunaan bahan kimia ini dapat dilakukan langsung (sekitar 5 liter/ha) atau setelah pembakaran alang-alang (45 hari setelah alang-alang dibakar). (Ingat, hindari pembakaran alang- alang jika tidak dapat mengawasinya).

d. Sistem dan Jarak Tanam Kelapa

  • Sistem tanam segi tiga dengan jarak tanam 9 m x 9 m. Pada umur tertentu, jenis tanaman sela yang dapat ditanam di antara kelapa pada sistem dan jarak tanam ini lebih terbatas. 
  • Sistem tanam pagar dengan jarak tanam 6 m x 16 m. Pada jarak dan sistem tanam ini, peluang penanaman tanaman sela sangat besar, dan dapat dilakukan setiap waktu. Walaupun sistem dan jarak tanam ini, dapat mengurangi populasi kelapa/ha. 
  • Sistem tanam gergaji dengan jarak tanam (5/2 m x 3 m) 16 m atau (6/2 m x 3 m) 16 m. Pada sistem dan jarak tanam ini, peluang pemanfaatan lahan di antara kelapa sama dengan sistem pagar. 
  • Sistem tanam segi empat dengan jarak tanam 8,5 m x 8,5 m atau 9 m x 9 m. Kendala pemanfaatan lahan diantara kelapa dengan sistem ini sama dengan pola segitiga. 

e. Teknik mengajir

Sistem Segi tiga (9 m x 9 m x 9 m)

  • Ambil tali yang telah ditandai pada tiga titik berjarak 9 m, lalu buat segitiga A-A1-A2 dengan titik A-A2 di garis dasar I. 
  • Garis dasar I mempunyai sudut kemiringan dengan arah lintasan matahari Timur – Barat sebesar 600 (Gambar 1). 
  • Lakukan hal ini di sepanjang garis dasar (hingga habis) atau kombinasi ke arah A3. 
  • Pembuatan titik ajir dilaksanakan tiga orang dan menanam ajir satu atau dua orang.

Sistem Pagar (6 m x 16 m)

  • Sistem ini paling mudah dilaksanakan, yaitu setelah ditentukan garis dasar I (A-B), gunakan tali yang diberi tanda setiap jarak enam meter untuk menentukan titik ajir dalam tiap baris tanaman. 
  • Lakukan hal yang sama untuk baris-baris selanjutnya, jarak antar baris 16 m. 
  • Cara mengajir pada sistem pagar ini dapat diterapkan juga pada sistem segi empat.

 Sistem Gergaji (5 m x 3 m) x 16 m)

  • Setelah garis dasar I ditentukan (A-B), maka awalnya tentukan titik A-A2 di garis dasar I berjarak 5 atau 6 m, di bagian tengah A-A2 dibuat garis tegak lurus 3 m sehingga diperoleh titik A1. 
  • Pada sistem ini akan diperoleh segitiga dengan tinggi 3 m. Kegiatan ini lebih mudah dikerjakan setelah kita membuat terlebih dahulu titik-titik ajir 5-6 m di sepanjang garis dasar. 
  • Selanjutnya buat garis II berjarak 3 m dari garis dasar I tetapi dimulai 2.5 m dari titik A (lihat inset). 
  • Setelah selesai, lanjutkan pada baris tanaman selanjutnya (C-D). Jarak 16 m baris selanjutnya, diukur dari titik B ke D. Untuk mempermudah pekerjaan dibutuhkan tiga orang mengukur dan 1-2 orang menanam tiang ajir.

 Sistem Segi empat

  • Caranya sama dengan jarak tanam sistem pagar. 

f. Pembuatan lobang tanam 

  • Buat rangka/bingkai dengan ukuran 60 cm x 60 cm dan titik ajir penanaman kelapa di tengah. 
  • Lakukan penggalian, tanah bagian atas atau top soil ditempatkan di sebelah kiri/kanan, dan lapisan tanah di bawahnya di sisi yang berlawanan. 
  • Khusus untuk tanah dengan tekstur berat, seperti dominan liat atau bercadas atau berbatu, sebaiknya ukuran lobang diperbesar hingga 80 cm x 80 cm atau lebih. 

g. Pembuatan teras individu 

  • Buatlah teras individu, dengan diameter 2 m atau lebih. Pusat teras adalah tiang ajir yang telah ditentukan sebelumnya. Sebaiknya permukaan teras miring ke arah dinding teras (ke arah bagian belakang), untuk memperkecil aliran air hujan. Hal ini juga dapat berfungsi untuk konservasi air.
  • Selanjutnya, buat lobang seperti pembuatan lobang di lahan datar. 

Penanaman Benih ke Lapang 

a. Penyiapan bibit yang menggunakan polibag 

  • Bibit siap tanam setelah berumur 6-8 bulan. 
  • Beberapa hari sebelum pemindahan bibit ke lapang, hal-hal yang 
  • perlu dilakukan, yaitu : 
    • Dua minggu sebelum penanaman, akar yang menembus polibag dipotong, usahakan dasar kantong tidak robek.
    • Berikan tanda di batang semu (girth) bibit dengan cat putih pada ketinggian 6 cm di atas permukaan tanah.
    • Pengangkutan atau distribusi bibit ke lapang/kebun menggunakan gerobak atau kendaraan. 

Penting: Sehari sebelum diangkut ke lapang, bibit disiram hingga jenuh air, apalagi jika kondisi calon kebun agak kering. Itulah sebabnya, pemindahan ke lapang HARUS memperhatikan ketersediaan air (hujan yang cukup). Biasanya di awal musim hujan atau 2-3 bulan sebelum musim hujan berhenti. 

b. Teknik penanaman kelapa dalam polibag-1 

  • Bibit, pupuk dan penakar pupuk di letakkan di samping lobang tanam. Dengan menggunakan penakar yang terbuat dari bekas botol aqua kapasitas 200 g campurkan pupuk dengan tanah lapisan atas. Dapat juga gunakan pupuk komposit atau organik. 
  • Ukur kedalaman penanaman dari dasar polibag hingga tanda putih pada bibit. Selanjutnya ukur kedalaman lobang berdasarkan hasil pengukuran tadi. Jika kurang dalam, gali hingga sesuai dengan ukuran/tinggi polibag. 

c. Teknik penanaman kelapa dalam polibag-2 

  • Bagian bawah polibag dipotong menggunakan pisau tajam, dan keluarkan bagian irisan dasar polibag tersebut. 
  • Masukkan polibag yang telah dipotong bagian bawahnya ke dalam bagian tengah lobang dan aturlah posisi bibit agar berdiri tegak. 
  • Sambil menahan bibit agar jangan rebah atau miring, isilah lobang dengan tanah lapisan atas yang telah dicampur dengan pupuk.

Penting: Usahakan polibag tidak tertinggal di dalam lubang tanam. Hati-hati melepas polibag tersebut, agar tanah di bibit tidak terbongkar. Pengalaman petani, kondisi air tanah dalam kapasitas lapang. Cara praktis adalah menyayat satu sisi polibag secara vertikal. Setelah penimbunan dengan tanah barulah kantong tersebut dicabut perlahan-lahan.

d. Penyiapan bibit tanpa polibag 

  1. Beri tanda kedalaman penanaman pada pangkal bibit dengan cat putih pada ketinggian 6 cm di atas permukaan sabut. beberapa hari sebelum dicabut.
  2. Pada saat penanaman, bibit segera dicabut dan akar dipotong sampai batas 5 cm dari permukaan sabut bagian bawah. 
  3. Distribusi/pembagian bibit di kebun dapat menggunakan berbagai alat angkut. Apabila lokasi penanaman tidak dapat dijangkau dengan gerobak atau kendaraan, maka pengangkutan bibit dilanjutkan dengan cara memikul.

e. Teknik penanaman kelapa tanpa polibag 

  1. Ukur kedalaman penanaman dari dasar bibit hingga tanda cat putih pada bibit. Selanjutnya ukur lobang tanam berdasarkan hasil tadi. Pada saat penanaman usahakan tanda pada bibit berada di atas permukaan tanah timbunan.
  2. Aturlah posisi bibit agar berdiri tegak dan tampak lurus dari segala arah sesuai jarak dan sistem tanam.
  3. Tutuplah lobang dan padatkan tanah sekitar bibit. Usahakan permukaan tanah sekitar bibit agak cembung agar tidak mudah tergenang air.

Sekian artikel tata cara penanaman kelapa dengan benar, selanjutnya kita akan mengulas tentang pemeliharaan kelapa.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan juragan lainnya.

Artikel Terkait

ADVERTISMENT

img

AnekaUKM - One-stop Solution for SMEs

Copyright © 2024 AnekaUKM. All rights reserved.